
Setelah menjadi saksi dalam kegiatan pemusnahan arsip substantif keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Singkawang, dua arsiparis dari Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tak langsung kembali ke Jakarta. Justru, mereka menyempatkan diri untuk berbagi ilmu penting kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lewat sesi pembekalan materi tata naskah dinas yang dikemas santai namun sarat makna.
Sesi ini menghadirkan dua narasumber hebat: Bapak Andri Budi Satriaji, Arsiparis Ahli Madya, dan Bapak Bimo Aji Prabowo, Arsiparis Mahir. Keduanya hadir tidak hanya sebagai saksi kegiatan pemusnahan arsip, tetapi juga sebagai mentor yang siap menanamkan pemahaman dasar-dasar tata naskah dinas kepada CPNS yang tengah menapaki awal kariernya di dunia keimigrasian.
Dalam penyampaian materinya, Bapak Andri menekankan bahwa tata naskah dinas bukan sekadar urusan surat-menyurat biasa, melainkan bagian dari wajah resmi instansi. “Surat yang rapi, jelas, dan sesuai kaidah adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai ASN,” ungkap beliau.
Sementara itu, Bapak Bimo membagikan tips praktis dalam penyusunan naskah dinas yang baik dan benar, lengkap dengan contoh-contoh kasus yang sering ditemui di lapangan. Suasana pembekalan berlangsung cair dan penuh interaksi. Para CPNS tampak antusias bertanya dan mencatat hal-hal penting yang bisa menjadi bekal saat sudah mulai bertugas secara penuh.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Singkawang, Bapak Hanafi, turut mengapresiasi kegiatan ini. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa pemahaman tata naskah dinas sangat penting dalam membentuk SDM Imigrasi yang tidak hanya cekatan di lapangan, tetapi juga rapi dan profesional dalam administrasi.
“Materi seperti ini sangat relevan. Kami ingin CPNS memahami sejak awal bahwa tugas pelayanan publik bukan hanya di meja pelayanan, tapi juga dalam setiap naskah dan dokumen yang kita hasilkan,” ujar Bapak Hanafi.
Pembekalan ini menjadi penutup sempurna dari rangkaian hari itu. Dimulai dari refleksi atas penataan arsip melalui kegiatan pemusnahan, dan ditutup dengan penguatan pengetahuan dasar administratif untuk CPNS.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para CPNS tidak hanya cakap di bidang teknis, tapi juga rapi secara administratif.
